JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Sakit Hati Dipecat, Karyawan Ini Nekat Otaki Pembobolan Mesin PT Waskita...

Sakit Hati Dipecat, Karyawan Ini Nekat Otaki Pembobolan Mesin PT Waskita di Proyek Tol Soker Karanganyar…

415
BAGIKAN
BOBOL ASET- Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto didampingi Kasubag Humas AKP Suryanto saat menghadirkan empat tersangka pembobolan aset milik PT Waskita di Proyek Tol SOker, Rabu (22/11/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Seorang mantan karyawan di PT Waskita Karya berinisial S alias K (37), warga Dukuh Simo Kidul RT 1/1, Kebak, Kebakkramat, dibekuk setelah menjadi otak dari pembobolan terhadap aset milik PT yang saat ini mengerjakan proyek Tol Solo Kertosono (Soker) tesebut. Bersama sembilan rekannya, karyawan yang dipecat belum lama ini tersebut nekat menggasak sebuah mesin pembangkit listrik yang ada di lokasi proyek Tol Soker tepatnya di area tol STA 22, Dusun Kebak, Desa Kebak, Kebakkramat, Karanganyar.

Ironisnya, aksi pembobolan mesin itu dilakukan lantaran eks karyawan yang sempat dua tahun bekerja sebagai penjaga malam di PT Waskita itu sakit hati dipecat dari pekerjaannya. S ditangkap bersama tiga rekannya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Karanganyar.

Ketiganya masing-masing berinisial AS alias LTN (28) warga Dukuh Krempan RT 4/3, Desa Waru, Kebakkramat, AA alias P (28) warga Dukuh Kramat RT 4/4, Desa kemiri, Kebakkramat dan IS alias L (33) warga Dukuh Grompol RT 5/1, Sidodadi, Masaran, Sragen.

Pembobolan aset PT Waskita di Tol SOker itu diungkapkan Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, Rabu (22/11/2017). Ia mengungkapkan aksi pembobolan itu sebenarnya diketahui dari laporan pihak PT Waskita atas hilangnya satu mesin pembangkit listrik merek Kresbow berdaya 600 watt di area median jalan tol Soker wilayah Dusun Kebak, Desa Kebak,
Kebakkramat pada akhir Oktober lalu.

Dari laporan itu, kemudian tim diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, tim akhirnya menguak bahwa dalang dari pelaku pembobolan adalah S alias K yang pernah dipecat PT Waskita.

“Berdasarkan keterangan S, dalam menjalankan aksinya, dia melakukannya bersama 10 rekannya. Dari keterangan S ini, unit reskrim Polsek Kebakramat, mengamankan tiga orang, yakni AS, AH dan IS, pada tanggal 10 November 2017 lalu. Sedangkan enam pelaku lainnya masih buron,” papar Kapolres saat menggelar ungkap keberhasilan kemarin.

S dan dua rekannya asal Kebakkramat ditangkap di rumahnya di Kebakkramat sedangkan satu tersangka asal Sragen dibekuk di Masaran.

Dari mereka, petugas mengamankan satu unit mobil pikap AD 2348 NT yang digunakan untuk mengangkut dan satu mesin pembangkit listrik merek Kresbow 600 watt yang dicuri serta tiga unit sepeda motor Yamaha Mio AD 1748 NT yang digunakan sebagai sarana mencuri.

Akibat kejadian itu, pihak PT Waskita mengalami kerugian Rp 24 juta dan sempat terkendala pengerjaan proyeknya. Untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut, empat tersangka sudah diamankan di sel
tahanan Polres Karanganyar.

Mereka bakal dijerat dengan pasal 363 ayat (4) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Saat ini tim terus mengintensifkan pengejaran terhadap enam tersangka lain yang ditetapkan sebagai buronan.

Sementara itu, menurut pengakuan S, aksi nekadnya tersebut dilakukan, karena merasa sakit hati dikeluarkan dari pekerjaannya sebagai penjaga di tol Soker, tanpa alasan yang jelas. Karena sakit hati, dia lantas mengajak temannya untuk melakukan aksi pencurian.

“Saya sakit hati karena dikeluarkan dari pekerjaan. Padahal saya sudah dua tahun bekerja.Saya kemudian mengajak teman yang lain untuk mengambil Genzet yang ada di median jalan tol Soker. Rencananya, genzet tersebut akan kami jual,” ujarnya.(Wardoyo)