JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Satgas Mafia Polresta Surakarta Awasi Peredaran Elpiji 3 Kg

Satgas Mafia Polresta Surakarta Awasi Peredaran Elpiji 3 Kg

72
BAGIKAN
ilustrasi elpiji. Foto : Dok Joglosemar

BANJARSARI – Tim Satgas Mafia Pangan Polresta Surakarta intensif melakukan pantauan terhadap peredaran gas elpiji 3 kg. Pasalnya, Tim Satgas Mafia Pangan banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji tersebut.

Kasi Penindakan Tim Satgas Mafia Pangan Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi mengatakan, tim telah melakukan sidak ke beberapa lokasi dan hasilnya ditemukan beberapa kejanggalan terkait distribusi.

“Kejanggalannya, salah satunya ada pangkalan yang mendapat pasokan gas berlebih. Dari lokasi acak pangkalan yang kita ambil, sekali pengiriman pangkalan tersebut mendapat 360 tabung, padahal rata-rata ditempat lain hanga memperoleh 20 sampai 30 tabung,” ujarnya, Kamis (23/11/2017).

Menurut Agus, pemilik pangkalan mengaku jika gas-gas tersebut titipan dari empat pangkalan lain yang dijadikan dalam satu lokasi drop. “Setelah didrop di satu tempat, baru pangkalan lain mengambil tabung gas ke lokasi. Kita belum berani menyatakan ada penimbunan, namun lokasi tersebut sekarang dalam pengawasan kita, apakah benar pengakuan pemilik pangkalan tersebut,” tambahnya.

Di sisi lain, Agus mengakui adanya kelangkaan gas elpiji terutama ukuran 3 kg di tengah masyarakat saat ini. Kondisi itu menyebabkan harga tabung gas melejit. “Kalau kuota di pangkalan dari pengakuan pemilik masih sesuai standar, memang ada satu dua yang mengalami pengurangan dari agen tapi jumlah pengurangannya tidak begitu mempengaruhi pendistribusian gas di wilayah pangkalan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satgas Mafia Pangan, AKBP Andi Rifai mengungkapkan, setelah dibentuk pada bulan puasa lalu, pihaknya memang gencar mengawasi pergerakan pasar di Kota Bengawan. Bukan hanya elpiji namun juga kebutuhan pokok lainnya.  “Jadi ketika ada yang langka, kita langsung bergerak. Hal itu dilakukan agar tidak ada penimbunan terhadap suatu kebutuhan tertentu,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kota Solo mendapatkan tambahan kuota elpiji 3 kg sebanyak 15.000 tabung bulan November ini. Penambahan dilakukan untuk menindaklanjuti kabar kelangkaan tabung elpiji yang terjadi beberapa waktu terakhir di Kota Solo.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagyo mengatakan PT Pertamina (Persero) menanggulangi defisit kebutuhan elpiji dan menambal tabung tambahan (fakultatif) selama November. Ia mengatakan kuota elpiji 3 kg bukan November sebanyak 705.769 tabung.

“Tambahan fakultatif sebanyak 15.000 tabung dikeluarkan 22 dan 28 November 2017. Serta untuk bulan Desember 2017 sebanyak 719.000 tabung. Jumlah tersebut sudah termasuk tambahan fakultatif,” terangnya kepada Joglosemar, Sabtu (18/11/2017).

#Triawati Prihatsari Purwanto | Garudea Prabawati