JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Terkuak, Ada Setoran Upeti dari Bisnis Maksiat Kemukus. PSK RP 25.000, Karaoke...

Terkuak, Ada Setoran Upeti dari Bisnis Maksiat Kemukus. PSK RP 25.000, Karaoke Rp 100.000

295
BAGIKAN

SRAGEN– Meski sudah dinyatakan terlarang untuk karaoke, warung mesum dan Pekerja Seks Komersial (PSK), faktanya bisnis haram itu belum lah benar-benar hilang. Karaoke dan warung mesum yang sempat disegel awal November lalu, ternyata diam-diam dilaporkan kembali nekat beroperasi lagi.

Kebangkitan bisnis maksiat dan lendir di Kemukus itu juga menguak misteri di belakangnya. Ternyata pengakuan dari pemilik warung dan karaoke, keberanian mereka untuk buka tak lepas dari adanya preman pembeking yang menjamin keamanan dengan imbalan setoran.

“Yang preman dulu menampung setoran itu sudah mandeg. Sekarang ada penerusnya lagi. Setorannya kalau nggak salah untuk anak binaan (sebutan bagi PSK) tiap malam RP 25.000, untuk warung dan karaokenya seminggu ada yang Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Tapi memang diam-diam dan kelihatannya saling menjaga,” timpal PRY, tokoh masyarakat setempat kepada Joglosemar, Minggu (12/11/2017).

Meski mengetahui, warga memang tak bisa berbuat banyak. Pasalnya mereka tak kuasa apabila harus berhadapan dengan preman yang selama ini menguasai bisnis di wilayah Kemukus. Perihal kebangkitan kembali bisnis maksiat itu, Kades Pendem, Hardiyana tidak menampik memang mendapat banyak menerima laporan dari warga.

Akan tetapi, Pemdes juga tak bisa berbuat atau menindak lantaran tak memiliki kewenangan untuk itu. Menurutnya sebenarnya Pemdes sangat mendukung langkah Pemkab dan Pemprov membersihkan karaoke, warung dan PSK dari Kemukus yang selama ini banyak merusak citra Kemukus sebagai wisata religi.

“Kalau desa dan warga sejak awal mendukung program pemerintah membersihkan karaoke, warung dan anak binaan. Karena faktanya memang begitu. Kemarin sudah disegel, kenyataannya memang ada lagi yang nekat buka. Anak binaannya juga begitu,” paparnya.

Terkait kebangkitan itu, Pemkab bersama dinas terkait dikabarkan langsung menggelar rapat koordinasi untuk menindak kembali warung, karaoke dan PSK yang bangkit itu dua hari lalu. Informasi yang dihimpun Joglosemar, rapat digelar di Kantor Kecamatan Sumberlawang dengan dihadiri pimpinan Satpol PP, DInas Pariwisata dan dinas terkait lainnya. (Wardoyo)