JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tragis, Gara-gara Diputus Pujaan Hati, Sopir Muda di Kedawung Sragen Nekat Gantung...

Tragis, Gara-gara Diputus Pujaan Hati, Sopir Muda di Kedawung Sragen Nekat Gantung Diri

6282
BAGIKAN
OLAH TKP- Tim Polsek Kedawung dan Puskesmas saat melakukan pemeriksaan dan olah TKP terhadap kondisi jasad pemuda asal Kepoh, Wonokerso, Kedawung yang ditemukan tewas gantung diri, Minggu (12/11/2017). Foto/Dok Polsek

SRAGEN– Warga Dukuh Kepoh, RT 22, Desa Wonokerso, Kedawung digemparkan dengan temuan jasad pemuda, Joko Sumarno (38), Minggu (12/11/2017) siang. Pemuda yang diketahui berprofesi sebagai sopir itu ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi menggantung di blandar kamar rumahnya.

Meski ditemukan gantung diri, hingga kini pemicu aksi nekatnya mengakhiri hidup itu masih misterius. Namun kabar yang santer beredar, pemuda itu diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah depresi akibat putus cinta dengan wanita yang dicintainya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad pemuda malang itu ditemukan oleh keluarganya sendiri sekira pukul 11.30 WIB. Ceritanya, siang itu, ada warga Agus Susilo (33) tetangganya yang hendak meminta bantuan korban menyuruh mengantar tratag menggunakan mobil korban untuk orang punya hajat.

Namun setiba di rumah korban, rumah dalam kondisi tertutup dan terkunci. Berulangkali diketuk dan dipanggil tak ada sahutan. Bersamaan dengan itu, orangtua korban, Darto Sugiono (60) pulang dari sawah.

Kemudian bersama Agus, Darto membuka pintu dan berniat membangunkan korban. Akan tetapi, saat membuka kamar korban, mereka kaget mendapati korban sudah tewas dengan posisi leher tertambat selendang yang diikatkan di blandar tiang di dalam kamarnya.

Mendapati hal itu, keluarga langsung meminta pertolongan warga lain dan melaporkan ke petugas kepolisian setempat. Tak lama setelah menerima laporan, tim Polsek kedawung langsung meluncur ke lokasi dan mengevakuasi jasad korban dari gantungan.

“Iya benar. Korban memang ditemukan meninggal dunia gantung diri,” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif BUdiman melalui Kapolsek kedawung AKP Bambang Susilo, Minggu (12/11/2017).

Namun perihal kronologis kejadiannya, AKP Bambang menyampaikan masih belum jelas. Berdasarkan informasi dari masyarakat, korban diduga depresi karena putus cinta dengan calonnya atau pacarnya. Akan tetapi, Bambang menyampaikan hingga kini belum diketahui siapa dan dari mana calon yang dicintai korban.

Berdasarkan hasil visum dokter Puskesmas, dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan. Kapolsek menyampaikan karena keluarga sudah menerima, selesai divisum jasad korban akhirnya diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman. (Wardoyo)