JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Banjir di Bukit Perbatasan Pacitan, Membuat Siswa SD Diliburkan

Banjir di Bukit Perbatasan Pacitan, Membuat Siswa SD Diliburkan

72
BAGIKAN
Dok Disdikbud Wonogiri
GENANGAN AIR- Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri memantau genangan air di sekitar Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo, Kamis (30/11/2017).

WONOGIRI- Puluhan keluarga di Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri masih bertahan di pengungsian. Menyusul, rumah mereka masih terendam genangan banjir akibat tersumbatnya aliran sungai bawah tanah melalui luweng.

Genangan banjir juga merendam bangunan sekolah. Imbasnya siswa SD diliburkan. Genangan air berada di wilayah perbukitan yang berbatasan dengan Pacitan, Jatim. Genangan hampir bisa dipastikan selalu terjadi ketika hujan deras mengguyur dalam durasi lama. Drainase alami berupa luweng yang menjadi jalur penyalur air dari permukaan ke aliran sungai bawah tanah, tersumbat.

Staf Kelurahan Girikikis, Sriyono mengatakan, genangan tercipta sejak Selasa (28/11/2017). Awalnya baru beberapa hektare area pertanian yang terendam. Namun pada Rabu malam air sudah merendam ke pemukiman. Paling parah menimpa di Lingkungan Tameng.

“Banjir merendam sebanyak 65 rumah warga dan gedung PKD, Kantor Kelurahan, PAUD dan SD,” kata dia, Jumat (1/12/2017).

Hingga kini air belum surut, warga pun masih bertahan di pengungsian. Anak-anak dan perempuan berkumpul jadi satu lokasi, sementara para pria membuat tenda-tenda dan gubuk di lereng bukit sambil mengawasi hewan ternak mereka.

“Kalau ketinggian air masing-masing rumah berbeda, tapi kalau untuk lokasi SD, PAUD, kantor kelurahan dan PKD itu kan di cekungan, jadi ketinggian air sempat mencapai tiga meter,” jelas dia.

Sejauh ini pihaknya hanya pasrah dan berdoa, menunggu surutnya genangan air. Mereka tidak mampu berbuat banyak, upaya menyedot genangan menggunakan pompa air, jarak untuk pembuangannya.

“Kalau dibuang lagi di luar lingkungan ini sebenarnya bisa, tapi di lokasi pembuangan ada luweng juga, nanti kalau tersumbat malah jadi repot lagi, akan bertambah banyak rumah tenggelam,” terang dia.

Selain merendam puluhan rumah, banjir juga menenggelamkan kantor kelurahan, PAUD serta gedung SD sehingga kegiatan belajar mengajar pun lumpuh.

“Karena kondisinya tidak memungkinkan, terpaksa aktivitas SDN 1 Temeng dihentikan,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Siswanto.

Siswanto mengatakan, aktivitas sekolah tersebut dihentikan sejak Selasa lalu. Ketinggian air pernah mencapai sekitar tiga meter dan hampir seluruh ruangan SD itu dipenuhi air.

“Ya, karena lokasi SD itu berada di cekungan. Sempat kemarin kabarnya air sampai rata dengan genting,” kata dia.

Dia mengimbau agar pihak sekolah meliburkan seluruh siswanya. Kegiatan belajar dihentikan sementara waktu, menunggu kondisi aman. Siswanto juga menyebut, air bah tersebut terjadi karena mampatnya aliran luweng yang ada di kelurahan tersebut. Terlebih sampai saat ini curah hujan masih terus mengguyur wilayah setempat.

“Kalau kondisi sudah memungkinkan l, pelajaran bisa dimulai lagi. Tapi kalau tidak yang penting anak-anak kita aman,” tandas dia. # Aris Arianto