JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Hanya 20 Persen Sampah Masuk TPA, Tiap Kecamatan di Wonogiri Harus Miliki...

Hanya 20 Persen Sampah Masuk TPA, Tiap Kecamatan di Wonogiri Harus Miliki TPST

42
BAGIKAN
Ilustrasi

WONOGIRI- Pemkab Wonogiri terus menggodok rencana pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Pasalnya, diklaim mampu menekan produksi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat.

“Setiap kecamatan pada lima tahun mendatang harus sudah memiliki TPST,” beber Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup(LH) Wonogiri, Totok Prasojo, Selasa (5/12).

Dinas Lingkungan Hidup berusaha menekan sampah yang dibuang ke TPA hanya 20 persen. Sementara sisanya, sebanyak 80 persen dapat didaur ulang di TPST terlebih dahulu. Sebagai tahap awal, rencananya ada lima TPST yang akan dibangun di lima TPA. Di antaranya TPA Ngadirojo, Baturetno, Wuryantoro, Slogohimo dan Purwantoro.

“Yang 80 persen ini, sampah yang bisa didaur ulang. Seperti sampah, plastik dan kaca, dan yang 20 persen ini yang sudah tidak bisa lagi didaur ulang barulah masuk ke TPA,” kata dia.

Sampah-sampah tersebut, kata dia, nantinya akan dikelola, bisa masyarakat setempat atau jika perlu pemerintah setempat. Dia berharap, agar dalam waktu lima tahun, program ini sudah terealisasi di seluruh kecamatan di Wonogiri.

Menurut dia, jumlah produksi sampah yang dihasilkan masyarakat Wonogiri setiap tahunnya mengalami peningkatan. Bahkan, saat ini dalam sehari saja mencapai 341 meter kubik atau setiap satu ton sampah sekitar 5,6 meter kubik.

“Semua masyarakat akan membuang sampah, dari lahir hingga jadi sampah. Maka, setiap kecamatan harus memiliki pengelolaan sampah sendiri-sendiri. Nantinya, tidak bisa lagi mengimpor sampah dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Hal itu disebabkan, tingginya volume sampah yang ditimbulkan oleh peningkatan jumlah penduduk serta pola kebiasaan masyarakat setempat,” jelas dia. # Aris Arianto