JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Omzet Pedagang Klewer Turun Karena Ini

Omzet Pedagang Klewer Turun Karena Ini

93
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
OMZET MENURUN—Pengunjung melintas di salah satu sudut di Pasar Klewer, Surakarta, Rabu (6/12). Pedagang di tempat tersebut mengalami penurunan omzet karena sepinya pengunjung

SOLO – Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) menyebutkan pendapatan pedagang Pasar Klewer mengalami penurunan di semester 1 tahun 2017 ini. Penurunan ini salah satunya dikarenakan eksistensi pedagang mobil di kawasan tersebut.

Humas HPPK Kusbani menyebutkan masih beroperasinya pedagang bermobil di taman parkir masih menjadi persoalan. Kondisi ini membuat aktivitas para pedagang Pasar Klewer yang berjumlah sekitar 2.375 orang terhambat. “Selain itu ada juga persoalan lainnya yakni kepercayaan perbankan pada para pedagang berkurang sehingga membuat para pedagang sulit mengakses permodalan ke perbankan,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (6/12).

Selain itu penurunan juga dipengaruhi belum pulihnya kepercayaan para pemasok pada para pedagang pascaterbakar dan menempati pasar baru. Sehingga barang atau produk yang dijual para pedagang sangat terbatas.

Menurut dia, belakangan juga muncul ‘pasar bayangan’ di gang-gang di Kampung Kauman. Mereka tidak hanya menjual batik, tapi juga berbagai jenis pakaian seperti jean, kaos dan lainnya. Kemunculan mereka tentu saja sangat mengganggu para pedagang di dalam pasar. Sementara kemunculan penjualan online dinilai belum begitu mengganggu para pedagang, kalau pun mengganggu tidak seberapa.

Terkait omzet, lanjut Kusbani di semester 1 tahun 2017 ini ada penurunan tajam. HPPK membandingkan, jika sebelum kebakaran perputaran uang di Pasar Klewer rata-rata Rp 6 miliar per hari bahkan sampai Rp 8 miliar saat ramai pengunjung. Namun sekarang, untuk mencapai Rp 2 miliar sehari saja susah.

“Pasar Klewer merupakan ikon Kota Solo. Persoalan-persoalan itu harus diselesaikan, kalau Pasar Klewer tetap mau eksis. Jika tidak, bisa saja Pasar Klewer hanya tinggal nama,” ujarnya.

Garudea Prabawati