JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Pemulihan Bencana Banjir di Wonogiri Terkendala Alat Berat

Pemulihan Bencana Banjir di Wonogiri Terkendala Alat Berat

20
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto
MATERIAL BANJIR- Karya bakti para personel TNI bersama warga membersihkan material banjir di Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Jumat (1/12/2017).

WONOGIRI- Pemulihan pasca bencana di Wonogiri terkendala minimnya alat berat. Di Sukoharjo, warga bersama aparat gabungan terus bergotong-royong membersihkan material sisa banjir.

“Ada beberapa titik longsor yang menutup jalan, dan tidak bisa disingkirkan dengan peralatan manual. Harus pakai alat berat, tapi saat ini alat berat susah didapatkan, karena digunakan di tempat lain yang juga banyak longsor,” kata warga Kecamatan Karangtengah, Heri, Jumat (1/12/2017).

Imbasnya, warga Karangtengah terisolir. Pasokan listrik juga terganggu mengingat sejumlah tiang listrik tumbang dan peralatannya rusak. Beruntung beberapa donatur menyumbangkan genset.

“Hujan kadang turun tapi tidak lebat. Sambil menunggu alat berat, kamu tetap berupaya menyingkirkan longsor di jalan, bagaimanapun caranya,” ujar dia.

Untuk material longsor yang menimpa rumah, telah disingkirkan dengan bantuan aparat gabungan. Dandim 0728 Wonogiri, Letkol Inf Basuki Sepriadi berujar anggotanya diperintahkan tetap berada di lokasi bencana hingga keadaan benar-benar pulih. Selain membantu pemulihan bencana, keberadaan anggota TNI diharapkan bisa memberikan semangat dan memotivasi warga terdampak untuk bangkit.

“Kami terus mendampingi warga, dukungan tenaga dan pikiran, dan lainnya kami berikan. Karya bakti pemulihan pasca bencana dilakukan di semua lokasi,” jelas Dandim.

Warga lima kecamatan di Sukoharjo terus membersihkan sisa material banjir. Selain itu, beberapa titik longsor, tanggul jebol, maupun jembatan yang rusak juga mulai diperbaiki bersama aparat dan warga.

Warga bersama sejumlah anggota Kodim 0726 Sukoharjo, bersama instansi daerah seperti BPBD dan SAR membantu revitalisasi daerah yang terkena banjir.

Di Dukuh Senden, Desa Tawang, Kecamatan Weru dibangun sebuah jembatan darurat dari bambu, sebab jalan yang biasa dilalui tergerus oleh banjir. Sementara warga di Dukuh Kandren Desa Weru, Kecamatan Weru melakukan pembangunan ulang tanggul Sungai Siluwur sepanjang 5 meter yang jebol diterjang banjir.

Perbaikan tanggul jebol juga dilakukan di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto yang tak kuat menahan terjangan air Sungai Bengawan Solo. Di tempat terpisah, puluhan guru serta siswa SMP 1 Grogol, membersihkan lumpur yang menutupi sekolah akibat terbawa banjir beberapa hari. Sementara, warga Dukuh Nusupan, Desa Kadokan beramai-ramai melakukan pembersihan jalan yang tertutup lumpur.

Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Taufan Widiantoro, menegaskan TNI selalu siap melakukan upaya evakuasi terhadap korban bencana maupun rehabilitasi setelah bencana. # Aris Arianto