JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Warga Solo Kecam Peredaran Pil PCC

Warga Solo Kecam Peredaran Pil PCC

1
BAGIKAN
Rekarinta Vintoko
AKSI TUNGGAL—Warga Solo Bambang Saptono melakukan aksi tunggal terkait penggerebekan pabrik PCC di Solo beberapa waktu lalu. Aksi digelar di Bundaran Gladag, Selasa (5/12/2017).

SOLO  – Penemuan rumah yang memproduksi lebih dari 50 juta butir Pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) dalam sehari di kawasan Jalan Setiabudi 66, Gilingan, Banjarsari mendorong seorang warga Solo Bambang Saptono menggelar aksi teatrikal di kawasan Bundaran Gladag, Selasa (5/12/2017) pagi.

Dalam aksi teatrikal yang dimulai pukul 09.00 WIB, Bambang Saptono meletakkan lima ratusan butir pil berwarna hijau muda di sebuah spanduk bertuliskan “Indonesia Darurat Obat PCC Terlarang”. Pil tersebut dianalogikan sebagai pil PCC. Lantas, dia meremuk ratusan butir obat tablet itu menggunakan palu dan membuangnya.

“Aksi saya kali ini terkait dengan penggerebekan produksi ilegal pil PCC di wilayah Gilingan. Solo adalah kota kecil dengan sistem keamanan yang terjamin, tempat kelahiran dan kediaman asal Presiden Joko Widodo. Tapi kok ya bisa ditemukan lokasi produksi pil PCC dengan angka dan nilai yang luar biasa,” kata Bambang, saat ditemui wartawan di sela-sela aksinya.

Bambang menilai, bila pil PCC itu telah beredar kemudian dikonsumsi masyarakat tentu akan berdampak negatif bagi tubuh orang yang mengonsumsi karena obat itu membuat kecanduan penggunanya.

“Temuan di tiga kota ini sebenarnya menunjukkan pengawasan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan lemah. Di mana peran BPOM? Ke mana Kemenkes? Dalam kasus ini kenapa justru Badan Narkotika Nasional yang mengambil tindakan tegas dan mengambil tugas yang semestinya adalah tugas BPOM dan Kemenkes?” kata Bambang.

Terlepas dari persoalan tanggung jawab pengawasan dan penindakan, Bambang mengapresiasi BNN yang telah berhasil menangkap gembong PCC di Solo dan Semarang. Dirinya juga berniat untuk mengirimkan surat berisi apresiasi yang dalam kepada lembaga anti narkotik tersebut.

Di sela-sela aksi teatrikalnya, Bambang pun mengajak masyarakat pengguna jalan yang melintasi Kawasan Gladag untuk waspada terhadap pil PCC ilegal. Dia membagikan brosur yang berisi tulisan imbauan bahwa obat PCC sudah dinyatakan sebagai obat yang dilarang beredar di Indonesia.

#Rekarinta Vintoko