JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Warga Terdampak Jembatan Tirtonadi Ingin Ganti Rugi yang Maksimal

Warga Terdampak Jembatan Tirtonadi Ingin Ganti Rugi yang Maksimal

108
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Pembebasan lahan Proyek Penggantian Jembatan Tirtonadi yang dikerjakan Satker Pelaksanaan Jalan (PJN) Wilayah II Provinsi Jawa Tengah (Jateng) masih belum menemui kesepakatan. Berdasar informasi yang dhimpun, sejumlah warga Cinderejo Lor RT 01 RW 05 Kelurahan Gilingan mengharapkan ada ganti rugi yang layak lantaran terkena dampak proyek pembangunan.

Seorang warga Cinderejo Lor, Nano (37) tak mengira lahan miliknya yang berada di sebelah tenggara Jembatan Tirtonadi harus dibebaskan. Awal Oktober, kata dia, diundang untuk mengikuti sosialisasi pembangunan jembatan Tirtonadi di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Surakarta. Menurutnya, warga di sebelah utara jembatan yang terdampak, lantaran beberapa rumah sudah dibongkar sejak tahun lalu.

“Awalnya kami mengira hanya lahan dan bangunan di utara jembatan yang terdampak proyek karena lahan di sana sudah dibebaskan dan bangunan sudah dibongkar mulai tahun lalu. Tapi ternyata lahan dan bangunan di selatan jembatan juga kena,” kata Nano saat berbincang dengan Joglosemar, Kamis (30/11) siang.

Pemilik Arjuna Komputer itu juga mengatakan, dirinya tetap mendukung pelaksanaan proyek pembangunan jembatan baru. Namun, dirinya berharap pemerintah juga dapat memberikan ganti rugi yang layak. Lebih lanjut, dirinya tidak mau jika nilai ganti rugi itu hanya dari materiil saja, tapi juga harus mempertimbangkan segi imateriilnya.

“Harapannya pemerintah menentukan nilai ganti untung secara maksimal. Proyek ini jelas mempengaruhi kelangsungan usaha yang telah kami rintis tidak mudah sejak puluhan tahun lalu. Paling tidak ada perhatian dari pemerintah,” kata Nano.

Berdasarkan informasi yang dia peroleh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, ada empat bangunan di Cinderejo Lor yang bakal terdampak proyek penggantian Jembatan Tirtonadi baru. Seperti, toko kelontong Arjuna, Ruko Sarinah, dan PAUD Asy Syifa. Lebih lanjut, dirinya mengatakan hingga kini warga belum juga diajak membahas nilai kompensasi.

Pemilik toko kelontong Arjuna, Suparto yakin pemerintah akan bijak dalam memberikan kompensasi bagi warga yang terdampak proyek jembatan. Dirinya menilai kondisi lalu lintas di simpang empat Tirtonadi sering terjadi kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Dirinya optimistis pelebaran jembatan Tirtonadi dapat menjadi solusi kesemrawutan di jalur tersebut.

“Kami warga mendukung saja. Kami yang terdampak proyek hanya meminta pemerintah bijak dalam memberikan ganti rugi. Kami di sini sudah puluhan tahun merintis usaha. Aspek ekonomisnya harus diperhitungkan dalam menentukan nilai ganti rugi,” jelas Suparto.

Informasi yang dihimpun, Proyek Penggantian Jembatan Tirtonadi sudah memasuki tahap lelang dan akan mulai dikerjakan pada Desember 2017. Tiang berbentuk keris akan menghiasi Jembatan Tirtonadi Solo dan ada penambahan dua jalur terpisah antara jalur ke arah selatan dan ke utara. Masing-masing jalur terdiri atas dua lajur.

Rekarinta Vintoko