Dokter Penyakit Dalam: Ini Penjelasan Spesialisasi dan Penyakit Yang Ditanganinya

11

Penyakit dalam merupakan salah satu spesialisasi medis yang berhubungan dengan diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit pada orang dewasa dan lansia. Dokter spesialis ini harus memiliki terampil dalam manajemen proses penyakit multi-sistem yang tidak terdiferensiasi yang dialami oleh pasien.


Pasien dengan penyakit dalam biasanya sering sakit parah atau memerlukan investigasi khusus dan kompleks untuk menanganinya. Itulah sebabnya Dokter penyakit dalam perlu melakukan banyak pekerjaan di rumah sakit. Berikut ini penjelasan tentang dokter penyakit dalam, mulai dari kompetensi apa saja yang perlu dimiliki seorang dokter dan peran atau tugasnya kepada pasien.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Internis atau dokter spesialis penyakit dalam adalah salah satu dokter spesialis yang menangani berbagai keluhan dan masalah kesehatan pasien dari orang dewasa dan lansia terutama gejala penyakit organ tubuh bagian dalam. Dokter spesialis penyakit dalam harus sudah memiliki gelar SpPD yang diberikan kepadanya setelah selesai menempuh Program Pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam.


Bidang ilmu penyakit dalam secara klinis terbagi dalam beberapa subspesialis yang diakui oleh American Board of Internal Medicine seperti berikut ini:

  • Kardiologi : Berhubungan dengan gangguan pembuluh darah dan jantung
  • Endokrinologi : Berhubungan dengan sekresi dan gangguan sistem endokrin
  • spesifikasi yang kemudian disebut dengan hormon
  • Gastroenterologi : Berhubungan dengan bidang penyakit pada sistem pencernaan
  • Hematologi : Berhubungan dengan darah, organ mulai dari pembentukan dan
  • Gangguannya
  • Penyakit Menular : Berhubungan dengan penyakit yang disebabkan oleh agen
  • biologis seperti virus, parasit, atau bakteri
  • Onkologi Medik : Berhubungan dengan studi dan perawatan kanker
  • Nefrologi : Berhubungan dengan studi fungsi dan penyakit ginjal
  • Pulmonologi : Berhubungan dengan penyakit paru-paru dan jalur pernapasan
  • Reumatologi : Berhubungan dengan diagnosis dan terapi penyakit rematik

Kompetensi atau Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Dokter Penyakit Dalam

Dokter penyakit dalam memiliki wewenang untuk mengambil tindakan sebagai berikut

  • Mengevaluasi gejala pasien untuk mendiagnosis penyakit
  • Memberi layanan preventif (pencegahan) dasar, seperti vaksinasi dewasa, menilai keberhasilan terapi pasien, melakukan upaya penurunan faktor resiko penyakit, dan merencanakan tindak lanjut
  • Menilai hasil pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, urine, USG, CT Scan. Foto Rontogen, fungsi paru, analisis cairan tubuh, dan elektrokardiogram (EMG)
  • Memberi resep obat terkait diagnosis penyakit pasien
  • Mengatur asupan nutrisi bersama dokter gizi sesuai dengan penyakit pasien seperti, diabetes mellitus, obesitas, dan penyakit ginjal kronik
  • Menangani pasien dalam keadaan kritis dan kedaruratan medis

Kapan Harus Mengunjungi Dokter Penyakit Dalam?

Pasien biasanya perlu menemui Dokter Penyakit Dalam setelah memperoleh rujukan dari dokter umum atas gejala-gejala yang mereka alami. Dokter penyakit dalam kemudian juga bisa merujuk pasien kepada dokter konsultan spesialis penyakit dalam jika dirasa dibutuhkan. Jadi selain menemui dokter umum terlebih dahulu, pasien juga bisa buat janji dokter spesialis penyakit dalam jika sudah yakin bahwa gejala yang dialami perlu ditangani dokter penyakit dalam atau membutuhkan second opinion terhadap diagnosis sebelumnya.


Anda bisa menggunakan layanan konsultasi kesahatan di www.sehatq.com untuk bertanya kepada dokter tentang keluhan atau gejala penyakit yang dialami. Melalui halaman website SehatQ Anda juga bisa mengakses 2913 dokter penyakit dalam di seluruh Indonesia yang bisa Anda hubungi sesuai dengan jarak paling dekat dari daerah Anda tinggal.


Jadi sekarang sudah tidak ada alasan bingung ingin konsultasi kemana karena ada SehatQ yang akan mempermudah Anda menjaga kesehatan di rumah. Anda tentu tidak perlu khawatir karena SehatQ adalah layanan kesehatan terpercaya dan didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.